Minggu, 26 Februari 2012

Rembulan Tenggelam di Wajahmu ---> karya Tere liye

  • Hal-hal yang dapat diambil dari novel ini: 
    Bagi manusia, hidup ini adalah sebab akibat. Kehidupan kita menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupan kita. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi. Jika dilukiskan peta itu, maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar melingkar. Indah. Itulah jawaban dari pertanyaan Ray.
     
  • Orang-orang cenderung suka menyalahkan orang lain atas nasib buruk yang menimpanya. Ketika ia tidak mampu membalasnya ke orang yang menjadi penyebabnya, tidak bisa membalasnya ke Tuhan, maka ia akan membalasnya dalam bentuk lain. Kita bisa menukar banyak hal menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki, lebih abadi. Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan itu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian yang menyakitkan itulah yang abadi.
  • Apapun bentuk kehilangan, ketahuilah, cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi. Bukan dari sisi yang ditinggalkan. Sudah seharusnya orang memiliki tujuan dalam hidup. Yang dengan menyelesaikan tujuan itu maka dia akan tersenyum saat maut menjemput. Seseorang yang memiliki tujuan hidup, maka baginya tidak akan ada pertanyaan tentang kenapa Tuhan selalu mengambil seseuatu yang menyenangkan darinya, kenapa dia harus dilemparkan lagi ke kesedihan. Baginya semua proses yang dialami, menyakitkan atau menyenangkan semuanya untuk menjemput tujuan itu.

  • Apakah kaya itu segalanya? Mengapa setelah sejauh ini, masih saja terasa hampa dan kosong? Itu adalah karena manusia tak pernah merasa puas. Tak pernah merasa cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Memperjuangkan